Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu tengah mengkaji penerapan kebijakan Work From Anywhere (WFA) secara penuh atau 100 persen bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Langkah ini diambil sebagai upaya strategis untuk menekan biaya operasional rutin yang terus membengkak, terutama pasca pandemi dan di tengah dinamika ekonomi global yang tidak menentu.
Gagasan ini muncul setelah evaluasi internal menunjukkan bahwa sebagian besar tugas administratif dan pelayanan publik kini dapat dilakukan secara digital tanpa harus hadir fisik di kantor. Dengan infrastruktur teknologi informasi yang semakin memadai, WFA dinilai mampu meningkatkan efisiensi anggaran—mulai dari penghematan listrik, air, hingga perawatan gedung dan transportasi dinas.
Namun, kebijakan ini tidak serta-merta diterapkan tanpa pertimbangan matang. Pemprov Bengkulu masih melakukan kajian mendalam terkait aspek keamanan data, produktivitas jangka panjang, serta kesiapan SDM dalam beradaptasi dengan sistem kerja jarak jauh. Beberapa instansi yang bersifat pelayanan langsung kepada masyarakat, seperti Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil atau layanan kesehatan, kemungkinan besar tetap mempertahankan sistem hybrid atau tatap muka penuh.
Jika diterapkan, Bengkulu bisa menjadi salah satu provinsi pertama di Indonesia yang memberlakukan WFA 100% secara menyeluruh. Inisiatif ini juga sejalan dengan tren transformasi digital pemerintahan yang didorong oleh Kementerian PANRB. Di tengah ketidakpastuan ekonomi, langkah inovatif seperti ini patut diapresiasi sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mengelola anggaran secara transparan dan efisien.
Untuk informasi lebih lanjut tentang kebijakan pemerintah daerah dan perkembangan terkini, kunjungi Joker11.