Melihat prosesi cuci arca sambut Imlek 2577 di Gorontalo

Puluhan umat Tridharma di Gorontalo gelar prosesi cuci arca di Kelenteng Tulus Harapan Kita, Kota Gorontalo, pada Minggu, 8 Februari 2026, sebagai ritual penyucian menyambut Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili tanggal 17 Februari. Sebanyak 30 arca dewa-dewi dibersihkan secara teliti dari subuh hingga malam, melibatkan badan pengurus dan jemaat dengan pakaian serba putih simbol kesucian.

Makna Spiritual dan Ritual

Penasehat TITD Rocky Liando jelaskan tradisi tahunan ini bukan sekadar fisik, tapi penyucian spiritual tempat ibadah dan diri umat sebelum Imlek dan Cap Go Meh. Sebelum cuci, hormat dilakukan per arca menggunakan kain, kuas kayu, tisu, hingga kapas kecil; selesai dibungkus handuk lalu balik ke altar. Jawa11 apresiasi pelestarian adat ini, tapi kritis: ritual sakral bagus harmoni sosial, tapi tanpa dokumentasi digital arsip nasional atau festival publik—apakah cukup internal komunitas, atau momentum wisata budaya Gorontalo yang tarik 10 ribu pengunjung eksternal tahunan?

Pelaksanaan dan Gotong Royong

Prosesi subuh-malam tunjukkan dedikasi, ciptakan kebersamaan umat dengan alat sederhana pastikan detail bersih sempurna.

Kritik Pelestarian Jangka Panjang

Tradisi kuat identitas, tapi pengamat desak strategi: berapa generasi muda terlibat aktif, atau dana restorasi arca kuno dari APBD—tanpa itu, ritual rawan pudar urbanisasi.

Dampak Toleransi Lokal

Gotong royong ini perkuat harmoni lintas agama Gorontalo, sukses ukur live streaming nasional dan replikasi daerah lain.

Lihat tradisi budaya Asia di CNN. Kembali ke Beranda.